Kalo sistem entrinya paling enak, menurutsaya Xenium yang OSnya pake NXP lama. Tipenya yang beredar di Indonesia antara lain
9@9z (600 ribu) dan
9@9h (900 ribu). Untuk tipe baru dan tipe lainnya yang pake OS NXP lama tapi tidak (belum) beredar di Indonesia antara lain
9@9v dan X300.
OS NXP lama entrinya enak soalnya:
1. Punya fasilitas T9 Bahasa Indonesia plus kamus pribadi (kecuali
9@9z)
2. Daftar simbol lengkap bisa diakses dengan tombol pagar, yang akan memunculkan 9 simbol tiap halaman. Untuk memilih simbol yang sedang ditampilkan, bisa langsung memencet keypad (1-9). Untuk berganti halaman, menggunakan d-pad kiri/kanan.
3. Untuk berganti mode input (T9, reguler, angka) menggunakan tombol bintang.
4. Untuk berganti huruf KAPITAL, Sentence case, dan kecil semua, menggunakan tombol 0.
5. Tekan tahan keypad 0-9 memunculkan angka.
Kelemahan OS NXP lama:
1. Tidak bisa input baris baru (ganti paragraf)
2. Karena prosesornya lambat (ARM7, 45-60 MHz), entri teks cenderung nge-lag, tapi sedikitttt sekali.
Kalo dua kelemahan diatas mengganggu, bisa pake Xenium yang pake OS NXP baru. Tipe yang beredar di Indonesia antara lain:
9@9k,
9@9q, dan
9@9r. Tipe lain yang belum/tidak beredar antara lain X500, X520, X600. OS NXP baru punya fitur ganti paragraf dan entri teks tidak ada lag sama sekali. Kelemahannya:
1. Daftar simbol diakses dengan #, dan menampilkan seluruh simbol dalam satu halaman. Daftar simbol hanya bisa dinavigasi menggunakan D-pad (atas bawah kiri kanan), jadi kalo mau mengakses simbol yang paling bawah atau di tengah-tengah harus pencat-pencet D-pad agak banyak.
2. Tombol untuk kapitalisasi huruf bercampur jadi satu dengan T9, jadi kalo mau mengganti huruf besar/kecil harus melalui siklus T9 dulu. Misal: T9 Eng, T9 ENG, T9 China Tradisional, T9 China Simplified, T9 Thai, Abc, ABC, 123. Untungnya, T9 bisa dinonaktifkan dengan cara tekan tahan tombol pagar. Jadi, supaya contoh diatas menjadi pendek, nonaktifkan saja semua T9 yang tersedia. Sehingga, siklus contoh diatas menjadi: Abc, ABC, 123.
3. Tidak ada fitur T9 Bahasa Indonesia.
4. Tekan tahan keypad 0-9 tidak memunculkan angka, tapi karakter akan auto scroll. Misal kalo tekan-tahan tombol 2, maka yang muncul: a, b, c, 2.
Kalo mau memilih OS NXP baru, saran saya pakai
9@9k saja. Inputnya lebih intuitif dari
9@9q, dan ponselnya secara keseluruhan lebih bug-free ketimbang
9@9q. Di
9@9k, spasi diakses dengan 0 dan tanda baca sederhana (titik, koma, tanda seru, tanda tanya, tanda kutip, tanda kurung, simbol @) diakses dari angka 1. Di
9@9q, spasi tetap diakses dengan tombol 0, tapi tombol 1 juga memunculkan spasi dan tanda baca jarang digunakan (%, $, &)
Kalo Xenium dengan OS MTK lama (9@9u dan
9@9w) juga enak, tanpa lag dan bisa memasukkan paragraf baru. Akan tetapi kelemahannya sama dengan entri teks OS NXP lama. Malahan, di OS MTK, pengguna tidak bisa mengaktifkan/menonaktifkan pilihan entri teks dan T9. Jadi, kalo mau melakukan kapitalisasi huruf, pengguna harus melalui siklus lengkap pilihan entri teks: T9 Abc, T9 abc, T9 ABC, T9 Thai, T9 Vietnam, T9 China, 123, Abc, abc, ABC. Yah, mirip ponsel Cina kebanyakan lah, la memang OSnya juga sama...
Kalo OS MTK baru menggabungkan ketiga keunggulan diatas:
1. Tombol kapitalisasi huruf dipisah dari pilihan entri teks dan T9
2. Pilihan entri teks dan T9 bisa dimodifikasi (diaktifkan/dinonaktifkan)
3. Tersedia fitur T9 Bahasa Indonesia.
4. Prosesor cepat (ARM9, 100-150 MHz), jadi tidak ada lag sama sekali.
Sayang sekali ponsel-ponsel dengan OS MTK baru belum masuk di Indonesia. Ponsel ini antara lain X620, X700, X710, X800, X810.